Cara pakai: nilai setiap poin dengan tiga pilihan — Belum ada, Ada sebagian, Siap ditunjukkan. Yang penting bukan skor akhirnya, tapi di bagian mana Anda paling banyak menjawab “belum ada”.

Bagian A — Legalitas dan struktur perusahaan

Bagian ini disaring paling awal. Kalau tidak lolos di sini, angka keuangan Anda tidak akan sempat dibaca.

01

Akta pendirian dan seluruh akta perubahan

Yang diminta
Akta pendirian, semua akta perubahan, dan SK Kemenkumham terakhir.
Kenapa ditanya
Untuk memastikan siapa yang sah menandatangani perjanjian, dan apakah ada perubahan pemegang saham yang belum tercatat.
Sering jadi masalah
Akta perubahan ada, tapi SK-nya belum keluar atau hilang.
02

NIB dan kesesuaian KBLI

Yang diminta
NIB dari OSS-RBA, izin sektoral, dan izin lingkungan bila berlaku.
Kenapa ditanya
Kegiatan usaha yang dijalankan harus sesuai dengan KBLI yang terdaftar.
Sering jadi masalah
Perusahaan sudah berkembang ke lini bisnis baru, KBLI-nya belum ditambah. Ini temuan yang paling sering muncul.
03

Kepatuhan pajak dasar

Yang diminta
NPWP, SPPKP bila PKP, dan Surat Keterangan Fiskal.
Kenapa ditanya
Untuk melihat ada tidaknya tunggakan. SKF menjadi syarat wajib untuk pendanaan yang melibatkan BUMN atau anggaran pemerintah.
04

Struktur kepemilikan dan beneficial owner

Yang diminta
Struktur pemegang saham berjenjang sampai orang perseorangan, sesuai Perpres 13/2018.
Kenapa ditanya
Kewajiban KYC dan anti pencucian uang.
Sering jadi masalah
Ada saham yang dipegang atas nama orang lain tanpa dasar tertulis. Untuk investor institusional, ini penghenti transaksi — bukan catatan kecil.
05

Entitas afiliasi dan transaksi antar-perusahaan

Yang diminta
Daftar perusahaan terafiliasi dan peta transaksi di antaranya.
Kenapa ditanya
Untuk melihat apakah kas keluar ke entitas lain, dan apakah ada jaminan silang yang belum diungkap.

Bagian B — Rekam jejak dan kredibilitas

06

SLIK OJK

Yang diminta
SLIK perusahaan, seluruh pengurus, dan pemegang saham pengendali.
Kenapa ditanya
Riwayat pembayaran adalah indikator paling langsung.
Sering jadi masalah
Kolektibilitas 2 pada KPR atau kartu kredit pribadi direktur bisa menggagalkan pengajuan perusahaan. Cek ini lebih dulu, sebelum menyiapkan apa pun yang lain.
07

Rekening koran dan mutasi bank

Yang diminta
Rekening koran 6 sampai 12 bulan dari semua bank yang dipakai.
Kenapa ditanya
Untuk memvalidasi omzet di luar pembukuan, melihat saldo rata-rata, dan pola kas.
Sering jadi masalah
Mutasi kredit di bank jauh berbeda dari penjualan di laporan keuangan, tanpa penjelasan.
08

Fasilitas pinjaman yang sudah ada

Yang diminta
Daftar fasilitas berjalan, salinan perjanjian kredit, dan klausul pembatasnya.
Kenapa ditanya
Banyak perjanjian kredit melarang penambahan utang baru tanpa izin bank lama.
09

Perkara hukum dan rekam jejak pengurus

Yang diminta
Status litigasi, PKPU atau kepailitan, penelusuran SIPP Mahkamah Agung.
Kenapa ditanya
Kewajiban yang belum pasti dan risiko reputasi.

Bagian C — Kualitas laporan keuangan

Di bagian inilah sebagian besar UKM Indonesia tersandung.

10

Laporan keuangan tiga tahun dan interim

Yang diminta
Laporan keuangan tiga tahun terakhir plus interim tahun berjalan.
Kenapa ditanya
Untuk melihat tren, bukan potret satu tahun.
Sering jadi masalah
Di atas plafon tertentu, laporan susunan internal tidak diterima — harus diaudit KAP terdaftar. Audit butuh waktu; ini tidak bisa dikebut di minggu terakhir.
11

Rekonsiliasi laporan keuangan dengan SPT Tahunan

Yang diminta
Penjelasan selisih antara laba komersial dan laba fiskal di SPT PPh Badan.
Kenapa ditanya
Analis membandingkan keduanya sebagai uji kejujuran angka.
Sering jadi masalah
Ini penyebab kegagalan nomor satu. Begitu selisihnya besar dan tidak bisa dijelaskan, seluruh laporan kehilangan kredibilitas.
12

Dasar akuntansi dan kebijakan pengakuan pendapatan

Yang diminta
Standar yang dipakai — SAK EMKM, SAK ETAP, atau PSAK penuh — dan kebijakan pengakuan pendapatan.
Kenapa ditanya
Untuk memastikan angka bisa diperbandingkan.
Sering jadi masalah
Perusahaan dengan model keagenan atau reseller sering mencatat seluruh nilai transaksi sebagai pendapatan. Dengan penerapan PSAK 72, posisi agen membuat pendapatan diakui hanya sebesar komisi. Omzet bisa terlihat turun drastis di mata analis.
13

Umur dan kualitas piutang

Yang diminta
Aging piutang, konsentrasi per pelanggan, dan pemisahan piutang afiliasi atau pengurus.
Kenapa ditanya
Piutang adalah dasar perhitungan plafon modal kerja.
Sering jadi masalah
Pinjaman kepada pemilik dicatat sebagai piutang usaha.
14

Persediaan dan aset tetap

Yang diminta
Umur persediaan, indikasi barang mati, daftar aset tetap dengan bukti kepemilikan.
Kenapa ditanya
Menentukan nilai aset yang bisa diagunkan.
Sering jadi masalah
Kendaraan, mesin, atau tanah operasional atas nama pribadi pemilik. Aset itu tidak ada di neraca, jadi tidak bisa dipakai.

Bagian D — Fundamental bisnis

15

Konsentrasi pelanggan dan pemasok

Yang diminta
Kontribusi lima pelanggan terbesar terhadap omzet, dan termin pembayaran dari sisi pelanggan maupun pemasok.
Kenapa ditanya
Ketergantungan pada satu pihak adalah risiko yang langsung menurunkan penilaian. Di atas 30 persen dari satu pelanggan sudah menjadi catatan.
16

Kontrak dan pesanan yang sudah pasti

Yang diminta
Kontrak, PO, atau SPK yang sudah ditandatangani.
Kenapa ditanya
Ini satu-satunya bukti pendapatan masa depan yang dianggap nyata. Proyeksi tanpa kontrak hanya harapan.
17

Siklus kas dan kebutuhan modal kerja

Yang diminta
Perhitungan siklus dari kas keluar sampai kas masuk, dan kebutuhan modal kerja yang dihitung dari situ.
Kenapa ditanya
Ini dasar penentuan plafon.
Sering jadi masalah
Mengajukan angka yang jauh lebih besar dari kebutuhan yang bisa dihitung. Bank membaca ini sebagai tidak paham bisnis sendiri.
18

Ekonomi per unit dan per segmen

Yang diminta
Margin per produk atau segmen. Untuk investor: biaya akuisisi pelanggan, retensi, dan arah margin bruto.
Kenapa ditanya
Untuk mengetahui apakah pertumbuhan menghasilkan kas atau justru membakarnya.
Sering jadi masalah
Tidak ada yang bisa menjawab produk mana yang sebenarnya untung.
19

Posisi kompetitif dan ketergantungan pada pihak ketiga

Yang diminta
Gambaran persaingan dan ketergantungan pada lisensi, prinsipal, atau platform tertentu.
Kenapa ditanya
Kalau pendapatan bergantung pada satu perjanjian keagenan yang bisa dihentikan, itu risiko yang harus dihargai.

Bagian E — Proyeksi dan kemampuan membayar

20

Proyeksi keuangan dengan asumsi eksplisit

Yang diminta
Proyeksi 3 sampai 5 tahun, asumsi yang tertulis, dan skenario pesimistis.
Kenapa ditanya
Yang dinilai adalah kualitas asumsinya, bukan besarnya angka akhir.
Sering jadi masalah
Pertumbuhan 40 persen per tahun tanpa dasar. Satu pertanyaan lanjutan, model langsung runtuh.
21

Rasio kemampuan bayar utang

Yang diminta
Proyeksi DSCR setelah memasukkan fasilitas baru.
Kenapa ditanya
Ini angka penentu di komite kredit. Bank umumnya menuntut minimal 1,20 sampai 1,25 kali, dengan sisa ruang aman.
22

Rasio permodalan

Yang diminta
DER, TOL terhadap TNW, dan kemampuan menutup beban bunga.
Kenapa ditanya
Batas internal bank sering DER maksimal 2 sampai 2,5 kali. Di atas itu perlu tambahan modal, bukan tambahan utang.
23

Penggunaan dana dan sumber pengembalian

Yang diminta
Rincian penggunaan dana per pos, dan dari mana dana dikembalikan. Untuk investor: jalur dan perkiraan waktu keluar.
Kenapa ditanya
Pertanyaan paling dasar, dan paling sering dijawab dengan lemah.
Sering jadi masalah
Jawaban "untuk modal kerja dan ekspansi" tanpa rincian.

Bagian F — Agunan dan mitigasi risiko

24

Agunan dan penilaiannya

Yang diminta
Sertifikat SHM atau SHGB, penilaian dari KJPP independen, status hak yang bersih dari sengketa.
Kenapa ditanya
Bank menghitung nilai likuidasi, bukan nilai pasar. Cakupan yang diminta umumnya 125 sampai 150 persen dari plafon.
25

Struktur pengikatan jaminan

Yang diminta
Kesiapan untuk APHT, fidusia atas piutang dan persediaan, cessie, jaminan pribadi dan perusahaan, serta asuransi dengan banker's clause.
Kenapa ditanya
Ini yang membuat agunan bisa dieksekusi.
Perlu diketahui
Untuk UKM, jaminan pribadi pemilik hampir selalu diminta. Siapkan diri untuk itu.
26

Jalur alternatif bila aset tetap minim

Yang diminta
Pemetaan opsi di luar kredit beragunan — penjaminan Jamkrindo atau Askrindo, pembiayaan berbasis invoice, KUR, LPEI untuk eksportir, modal ventura, atau pinjaman konversi.
Kenapa ditanya
Banyak bisnis jasa dan teknologi memang tidak punya aset tetap. Yang salah bukan bisnisnya, tapi pintu yang diketuk.

Bagian G — Tata kelola dan hal non-keuangan

27

Kepatuhan tenaga kerja dan pajak operasional

Yang diminta
Kepesertaan BPJS, PPh 21 dan 23, e-Faktur, pencadangan THR dan imbalan pascakerja.
Kenapa ditanya
Ini kewajiban yang sering tidak dibukukan tapi tetap harus dibayar. Investor akan menghitungnya sebagai pengurang nilai.
28

Ketergantungan pada pemilik dan kesiapan tata kelola

Yang diminta
Pemetaan peran kunci, kualitas manajemen menengah, sistem pencatatan dan jejak audit. Untuk investor: cap table, ESOP, dan hak istimewa investor sebelumnya.
Kenapa ditanya
Pertanyaan intinya sederhana — apakah bisnis ini tetap jalan kalau pemiliknya berhenti hadir setiap hari.

Lima hal yang paling sering menggagalkan

Dari pola yang berulang, ini urutannya:

  1. Selisih laporan keuangan dengan SPT yang tidak bisa dijelaskan (poin 11)
  2. SLIK pribadi pengurus yang bermasalah (poin 6)
  3. Kas dan aset pribadi bercampur dengan perusahaan (poin 14)
  4. Proyeksi tanpa asumsi yang bisa dipertahankan (poin 20)
  5. Penggunaan dana yang kabur atau plafon lebih besar dari kebutuhan (poin 17 dan 23)

Perhatikan bahwa empat dari lima bukan soal bisnisnya kurang bagus. Ini soal pencatatan.

Yang perlu Anda tahu sebelum mulai merapikan

Kami sampaikan terbuka: memperbaiki poin 11 biasanya berarti mengakui laba yang lebih tinggi daripada yang dilaporkan sebelumnya. Konsekuensinya beban pajak naik. Itu biaya nyata untuk mendapat akses kredit, dan perlu diputuskan dengan sadar — bukan sekadar pekerjaan administratif.

Waktunya juga perlu realistis. Merapikan pembukuan agar konsisten dengan pelaporan pajak butuh satu sampai dua tahun buku, bukan satu bulan. Karena itu, semakin awal dimulai, semakin murah.

Sebagian perusahaan memilih jalur lain: pembiayaan beragunan atau fintech dengan bunga lebih tinggi, justru untuk menghindari pembenahan ini. Itu pilihan yang bisa dipertanggungjawabkan, asal diambil dengan mengetahui harganya.

Bagaimana Handayani membantu

Kami tidak menjual dokumen. Kami menempatkan konsultan di kantor Anda untuk periode tertentu, sampai poin-poin di atas benar-benar bisa dijawab.

Kalau baru mulai — sebelum pendanaan jadi mendesak

Ini tahap paling murah untuk dibenahi. Kami menata chart of account, memisahkan kas pribadi dan perusahaan, dan membangun kebiasaan pencatatan sejak awal — sehingga poin 11, 13, dan 14 tidak pernah menjadi masalah nanti.

Mencakup poin: 1, 2, 3, 10, 11, 12, 13, 14, 27

Akuntansi dan pembukuan

Kalau laporan sudah tertinggal

Kami mengejar backlog pembukuan, menutup buku bulanan tepat waktu, merekonsiliasi dengan SPT, dan melatih staf Anda agar bisa berjalan sendiri setelah kami selesai.

Mencakup poin: 10, 11, 12, 13, 14, 27

Akuntansi dan pembukuan

Kalau sedang menyiapkan pendanaan

Kami menyusun proyeksi dengan asumsi yang bisa dipertahankan, menghitung kebutuhan modal kerja dan DSCR, menyiapkan data room, dan mendampingi Anda sampai due diligence selesai.

Mencakup poin: 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 26

Manajemen keuangan · Akses pendanaan

Kalau strukturnya yang perlu dibereskan

Kami membantu menata struktur kepemilikan, hubungan antar-entitas afiliasi, dan kesiapan tata kelola sebelum investor melihatnya.

Mencakup poin: 4, 5, 8, 9, 24, 25, 28

Strategi pengembangan

Daftar ini disusun berdasarkan praktik yang umum ditemui di proses kredit perbankan dan due diligence di Indonesia. Ketentuan setiap lembaga berbeda dan dapat berubah. Materi ini bukan pengganti nasihat keuangan, hukum, atau perpajakan yang melihat kondisi spesifik perusahaan Anda.