August 1, 2019 Grace Zevanya

Mengenal Metode Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Dagang

Mengenal Metode Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Dagang
Mengenal Metode Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Dagang.
Source: Images.squarespace-cdn

Anda pasti pernah berhubungan dengan toko peralatan tulis, toko sembako, dealer motor/mobil dan toko lainnya untuk memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari.

Tetapi apakah Anda tahu bahwa semua itu merupakan beberapa contoh dari jenis entitas bisnis yang sering disebut Perusahaan Dagang? Apakah Anda sebelumnya pernah mendengar tentang perusahaan dagang?

Perusahaan dagang adalah entitas yang dikelola oleh suatu organisasi yang kegiatan utamanya adalah membeli barang dari pemasok (supplier) dan menjual barang tersebut ke konsumen (consumer) tanpa menambah nilai barang tersebut.

Barang yang dibeli oleh perusahaan untuk dijual kembali dikenal dengan sebutan persediaan barang dagang (merchandise inventory). Barang tersebut dibeli, disimpan kemudian dijual kembali.

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya yang bertajuk “Pentingnya Memiliki Pembukuan Dalam Memulai Bisnis Usaha Sederhana”, maka penting bagi perusahaan dagang untuk memiliki pembukuan serta laporan keuangan karena di dalamnya terdapat banyak aktivitas seperti pembelian, penjualan, perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) persediaan, biaya-biaya operasional, dan lainnya.

Karena perusahaan dagang memiliki persediaan, maka perusahaan harus menetapkan metode yang ingin digunakan oleh perusahaan untuk menghitung keluar-masuk persediaan.

Terdapat 2 (dua) metode yang dapat digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang dalam perusahaan, apa sajakah itu? Mari kita simak pembahasan berikut.

Metode Perpetual – Buku

Metode Perpetual adalah metode pencatatan dimana setiap persediaan yang masuk dan keluar akan dicatat ke dalam pembukuan dengan nama akun persediaan barang dagang, tidak hanya itu Anda juga harus mencatat HPP (Harga Pokok Penjualan) persediaan ketika terjadi transaksi penjualan. Agar lebih jelas lagi mari simak jurnal-jurnal yang harus dibuat jika menggunakan metode perpetual.

1. Transaksi Pembelian Persediaan Barang Dagang Secara Tunai

Persediaan Barang Dagang xxx  
Kas   xxx

2. Transaksi Pembelian Persediaan Barang Dagang Secara Kredit

Persediaan Barang Dagang xxx  
Hutang Dagang   xxx

3. Transaksi Penjualan Secara Tunai

Kas xxx  
Penjualan Barang Dagang   xxx
Harga Pokok Penjualan xxx  
Persediaan Barang Dagang   xxx

4. Transaksi Penjualan Secara Kredit

Piutang dagang xxx  
Penjualan Barang Dagang   xxx
Harga Pokok Penjualan xxx  
Persediaan Barang Dagang   xxx

5. Transaksi Potongan Pembelian Secara Tunai

Kas xxx  
Persediaan Barang Dagang   xxx

6. Transaksi Potongan Pembelian Secara Kredit

Hutang Dagang xxx  
Persediaan Barang Dagang   xxx

7. Transaksi Retur Penjualan Secara Tunai

Retur Penjualan xxx  
Kas   xxx
Persediaan Barang Dagang xxx  
Harga Pokok Penjualan   xxx

8. Transaksi Retur Penjualan Secara Kredit

Retur Penjualan xxx  
Piutang Dagang   xxx
Persediaan Barang Dagang xxx  
Harga Pokok Penjualan   xxx

Metode Periodik – Fisik

Metode periodik adalah metode pencatatan dimana perhitungan harga pokok persediaan barang dagang dilakukan di akhir periode dengan cara melihat fisik persediaan di gudang persediaan (stock opname).

Metode periodik tidak mencatat pembelian barang persediaan ke dalam akun Persediaan barang dagang (merchandise inventory), tetapi dimasukkan ke dalam akun Pembelian.

Dan segala biaya-biaya yang terkait dengan persediaan tidak diakumulasikan ke dalam akun persediaan seperti yang dilakukan oleh metode perpetual, namun dikelompokkan berdasarkan jenis biayanya masing-masing. Untuk penjelasan lebih mendalam akan saya bahas melalui jurnal-jurnal berikut.

1. Transaksi Pembelian Persediaan Barang Dagang Secara Tunai

Pembelian xxx  
Kas   xxx

2. Transaksi Pembelian Persediaan Barang Dagang Secara Kredit

Pembelian xxx  
Hutang Dagang   xxx

3. Transaksi Penjualan Secara Tunai

Kas xxx  
Penjualan Barang Dagang   xxx

4. Transaksi Penjualan Secara Kredit

Piutang Dagang xxx  
Penjualan Barang Dagang   xxx

5. Transaksi Potongan Pembelian Secara Tunai

Kas xxx  
Potongan Pembelian   xxx

6. Transaksi Potongan Pembelian Secara Kredit

Hutang Dagang xxx  
Potongan Pembelian   xxx

7. Transaksi Retur Penjualan Secara Tunai

Kas xxx  
Retur Pembelian   xxx

8. Transaksi Retur Penjualan Secara Kredit

Hutang Dagang xxx  
Retur Pembelian   xxx

9. Penyesuaian di Akhir Periode untuk Nilai Persediaan

Harga Pokok Penjualan xxx  
Persediaan Barang Dagang   xxx

Mengenal Metode Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Dagang, Sebuah Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa kedua metode di atas memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kelebihan dari metode perpetual adalah perusahaan tidak perlu lagi melakukan stock opname di akhir periode, karena semua perhitungan nilai harga pokok persediaan sudah tercatat di kartu persediaan barang dagang perusahaan setiap ada transaksi. Namun hal tersebut juga bisa dibilang sebagai kekurangan, karena metode ini harus selalu mencatat harga pokok persediaan untuk setiap transaksi yang berkaitan dengan persediaan sehingga akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi dalam pencatatannya jika dibandingkan dengan metode periodik.

Sementara, kelebihan dari metode periodik adalah lebih simpel pencatatannya karena perhitungan harga pokok persediaan hanya dilakukan di akhir periode.

Namun karena hal ini, perusahaan jadi tidak bisa melakukan pengendalian terhadap persediaan barang jika sewaktu-waktu dibutuhkan, karena ia harus menunggu data tersebut sampai akhir periode.

Oleh Grace Zevanya

Artikel kami lainnya yang layak Anda baca seperti:

Pentingnya Memiliki Pembukuan Dalam Memulai Bisnis Usaha Sederhana

Mengenal Modul Sistem ERP Yang Cocok Untuk Bisnis Anda

Dinamika Menuju Ekonomi Baru

Comments (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published.